Rundown outbound 1 hari untuk perusahaan biasanya berisi arrival dan registrasi, opening dan briefing, ice breaking, aktivitas utama, break, makan siang, team challenge, reflection, lalu closing dan dokumentasi.
Dalam contoh di artikel ini, urutan itu berjalan dari pukul 07.30 sampai 16.00. Jam hanya contoh. Rundown aktual harus disesuaikan dengan venue, perjalanan, jumlah peserta, jenis program, waktu makan, cuaca, dan kebutuhan perusahaan.
Bayangkan situasinya begini. Atasan bilang, “Bulan depan kita outbound sehari ya.” Kamu, yang kebetulan kena giliran jadi panitia, membuka lembar kerja kosong. Kolom jam sudah rapi dari pagi sampai sore. Kolom kegiatannya masih bolong.
Di titik itu, banyak panitia langsung mengisi jam dengan permainan sebanyak-banyaknya. Hasilnya padat, tapi sering lupa bahwa peserta juga perlu duduk, makan, minum, dan sempat mengerti kenapa mereka disuruh berlari memindahkan bola.
Karena itu, rundown outbound bukan sekadar daftar jam. Rundown yang baik dibangun dengan urutan berpikir seperti ini: objective, participant, activity, venue, transition, meal, rest, reflection, closing.
Artikel ini memberi kerangka yang bisa langsung kamu pakai sebagai titik awal, lengkap dengan catatan kapan kerangka itu perlu diubah.
Apa yang Harus Ada dalam Rundown Outbound 1 Hari?
Rundown outbound 1 hari yang lengkap minimal memuat dua belas elemen berikut. Anggap ini daftar periksa sebelum kamu mulai menulis jam.
- Arrival: waktu kedatangan peserta dan rombongan di venue, termasuk parkir dan toilet.
- Registration: pencatatan kehadiran, pembagian kelompok, dan atribut peserta bila ada.
- Opening: pembukaan resmi, biasanya oleh perwakilan perusahaan atau panitia.
- Briefing: penjelasan tujuan kegiatan, aturan main, dan safety briefing dari fasilitator.
- Ice breaking: permainan ringan untuk mencairkan suasana dan menaikkan energi.
- Main activity: aktivitas inti pertama, misalnya simulasi atau permainan kelompok.
- Break: jeda pemulihan sebelum peserta masuk ke sesi makan.
- Lunch: waktu makan siang dan istirahat yang cukup, bukan sekadar sisa waktu.
- Team challenge: tantangan kelompok yang lebih menuntut kerja sama setelah makan siang.
- Reflection: sesi refleksi untuk mengaitkan pengalaman dengan pekerjaan sehari-hari.
- Closing: penutupan, pesan akhir, dan pengumuman bila ada.
- Documentation: foto bersama dan dokumentasi kegiatan.
Satu hal yang sering terlewat adalah ruang untuk transisi. Perpindahan antar pos, pembagian kelompok ulang, dan antre makan semuanya memakan waktu. Kalau tidak dihitung, rundown di kertas terlihat sempurna tapi molor di lapangan.
Baca juga:Paket Outbound Malang untuk Group dan Corporate Katun
Contoh Rundown Outbound 1 Hari
Berikut contoh susunan acara outbound satu hari dari pagi sampai sore. Gunakan susunan ini sebagai kerangka awal, bukan sebagai jadwal baku.
Contoh Rundown Outbound 1 Hari
- 07.30–08.30 — Arrival & Registration. Tujuan: Mobilisasi.
- 08.30–09.00 — Opening & Briefing. Tujuan: Orientasi.
- 09.00–09.30 — Ice Breaking. Tujuan: Energizing.
- 09.30–11.30 — Team Building / Games. Tujuan: Main activity.
- 11.30–12.00 — Break. Tujuan: Recovery.
- 12.00–13.00 — Lunch. Tujuan: Rest.
- 13.00–15.00 — Team Challenge. Tujuan: Main activity.
- 15.00–15.30 — Reflection. Tujuan: Learning.
- 15.30–16.00 — Closing & Documentation. Tujuan: Closing.
Cara membaca rundown ini
Arrival dan registrasi diberi satu jam penuh. Ini bukan kemewahan. Peserta datang tidak serempak, perlu ke toilet, dan perlu dibagi ke kelompok. Satu jam ini juga menjadi penyangga kalau perjalanan rombongan terlambat.
Opening dan briefing singkat, tapi tidak boleh dilewat. Di sini fasilitator menjelaskan tujuan, aturan, dan safety briefing. Peserta yang paham alasan kegiatan biasanya lebih mudah diajak terlibat.
Ice breaking dan aktivitas pertama membangun ritme. Mulai dari yang ringan, lalu naik ke simulasi kelompok. Urutannya penting: peserta yang belum hangat akan kaku kalau langsung dihadapkan pada tantangan berat.
Break dan lunch dipisah. Tiga puluh menit pertama untuk pulih dan minum, satu jam berikutnya untuk makan dan istirahat. Pada program Katun, paket sudah mencakup 1x makan siang prasmanan atau nasi kotak beserta air mineral, jadi blok ini cukup disinkronkan dengan jam penyajian.
Team challenge diletakkan setelah makan. Peserta sudah saling kenal dan sudah melewati satu sesi permainan, sehingga tantangan yang lebih menuntut kerja sama terasa lebih masuk akal.
Reflection ditaruh paling akhir sebelum closing. Pengalaman masih segar, tapi kegiatan fisik sudah selesai. Itu waktu yang pas untuk bicara soal apa yang tadi terjadi dan apa artinya bagi tim.
Total waktu di lokasi pada contoh ini sekitar delapan setengah jam. Kalau perjalanan dari kantor ke venue memakan waktu lama, hitung terpisah dan jangan memampatkan blok kegiatan hanya demi mengejar jam pulang.

Kenapa Reflection Penting dalam Outbound?
Reflection adalah sesi ketika peserta berhenti sejenak dan membicarakan pengalaman yang baru mereka alami. Di Katun Outbound Adventure, sesi ini disebut debriefing dan dipandu fasilitator.
Pendekatannya mengikuti Experiential Learning, yaitu belajar dari pengalaman langsung, lalu mengaitkannya dengan situasi kerja.
Sesi reflection yang sehat biasanya menjawab empat pertanyaan:
- Apa yang terjadi? Peserta menceritakan apa yang mereka lihat dan rasakan selama permainan.
- Apa yang dipelajari? Peserta menyebut pola yang muncul, misalnya siapa yang bicara dan siapa yang diam.
- Bagaimana pengalaman itu dikaitkan dengan teamwork? Fasilitator membantu menghubungkan kejadian di lapangan dengan cara tim bekerja.
- Apa yang dapat dibawa kembali ke pekerjaan? Peserta merumuskan hal kecil dan konkret yang bisa dicoba di kantor.
Satu catatan jujur. Reflection tidak otomatis mengubah perilaku. Ia membuka kesempatan bagi tim untuk menyadari dan menyepakati sesuatu.
Apakah kesepakatan itu bertahan di kantor sangat bergantung pada tindak lanjut dari perusahaan setelah kegiatan selesai.
Dalam contoh rundown, reflection diberi 30 menit. Untuk kegiatan yang tujuan belajarnya lebih serius, porsinya bisa diperpanjang.
Baca juga:Outbound Batu Malang, Paket Gathering dan Team Building
Contoh Rundown Berdasarkan Tujuan
Kerangka sembilan blok di atas bisa dipakai untuk banyak kebutuhan. Yang berubah adalah porsi tiap blok. Berikut tiga tujuan yang paling sering muncul.
Fun Gathering
Fokusnya energizing, fun, dan interaction. Porsi ice breaking dan permainan dibuat lebih besar, reflection dibuat singkat dan santai.
Cocok untuk acara kebersamaan yang tujuan utamanya menyegarkan suasana dan mempertemukan peserta dari berbagai divisi.
Untuk acuan acara yang lebih luas, baca juga Cara Menyusun Gathering Perusahaan dari Konsep hingga Pelaksanaan dan Contoh Rundown Company Gathering 1 Hari untuk Perusahaan.
Team Building
Fokusnya communication, collaboration, challenge, dan reflection. Simulasi dirancang agar peserta harus berbagi informasi dan membagi peran, lalu hasilnya dibahas di sesi reflection.
Katun menyediakan lima tema, yaitu Effective Team Building, Synergy Leadership, Character Building, Team Spirit, dan Team Power, yang dipilih sesuai kebutuhan perusahaan. Detail programnya ada di halaman Program Team Building.
Corporate Training
Fokusnya learning objective, simulation, debriefing, dan reflection. Setiap aktivitas harus terhubung ke materi yang ingin disampaikan, sehingga porsi pembekalan dan debriefing lebih besar daripada permainan itu sendiri. Pada format ini, tujuan belajar perlu dirumuskan sebelum rundown disusun, bukan sesudahnya.
Perbandingan porsi kegiatan dari ketiga tujuan dapat dilihat melalui pembagian fokus berikut.
Kalau ingin menambah aktivitas adventure
Program team building Katun bisa dikombinasikan dengan Paintball Wargame, Fun Offroad Jeep 4×4, atau Rafting Sungai Brantas.
Perhatikan durasinya. Fun Offroad Jeep 4×4 diperkirakan memakan 3 sampai 4 jam dan rafting menempuh 10 km di Grade 3, sehingga aktivitas tambahan seperti ini hampir pasti menggeser blok lain pada rundown contoh di atas.
Bahas susunannya sejak awal, jangan ditempel di menit terakhir.
Bagaimana Jika Peserta 100 Orang atau Lebih?
Rundown untuk 50 orang sering masih bisa dijalankan dengan beberapa kelompok yang bergerak bersama. Pada 100 orang atau lebih, logistik mulai menentukan keberhasilan acara. Delapan hal berikut perlu dipikirkan sejak awal:
- Registration flow: siapkan lebih dari satu meja registrasi dan daftar peserta per kelompok agar tidak terjadi antrean panjang di pintu masuk.
- Group division: bagi peserta ke kelompok sebelum hari H bila memungkinkan, lengkap dengan penanda warna atau nomor.
- Multiple facilitators: satu fasilitator tidak cukup mengawasi banyak kelompok. Siapkan tim fasilitator dengan pembagian tugas yang jelas.
- Station system: peserta berputar antar pos, bukan semua mengerjakan hal yang sama di tempat yang sama.
- Meal distribution: tentukan format makan (prasmanan atau nasi kotak) dan jalur distribusinya, karena antrean makan bisa memakan waktu lebih lama dari perkiraan.
- Sound system: instruksi harus terdengar sampai kelompok paling belakang. Gunakan perangkat suara dan mikrofon yang memadai.
- Transition time: sediakan jeda antar pos agar kelompok tidak saling bertumpuk.
- Emergency access: pastikan jalur keluar, titik kumpul, dan akses darurat sudah diketahui oleh fasilitator dan panitia.
Susunan rotasi di atas hanya ilustrasi sistem rotasi. Jumlah pos dan kelompok mengikuti jenis permainan, ukuran lapangan, dan jumlah fasilitator.
Ukuran venue ikut menentukan. Coban Rondo di Pujon, salah satu venue utama Katun, memiliki lapangan rumput luas dan dipakai untuk simulasi team building berskala 20 hingga lebih dari 500 orang.
Untuk membandingkan venue berdasarkan jumlah peserta, baca Memilih Venue Outbound Berdasarkan Jumlah Peserta.
Bagaimana Jika Hujan?
Hujan adalah faktor yang paling sering dilupakan saat rundown ditulis. Cara paling aman adalah menyiapkan tiga lapis rencana sebelum hari H.
Plan A
Program outdoor berjalan sesuai rundown. Ini rencana utama bila cuaca mendukung.
Plan B
Program dipindahkan ke area indoor atau area beratap. Permainan yang tidak membutuhkan lapangan luas dan sesi reflection biasanya paling mudah dipindahkan.
Plan C
Aktivitas dimodifikasi. Durasi dipersingkat, permainan yang berisiko saat licin diganti, atau urutan blok ditukar agar sesi di ruang tertutup berjalan ketika hujan paling deras.
Satu peringatan penting: jangan menganggap venue tertentu punya tempat berteduh atau rain backup sebelum hal itu diverifikasi.
Tanyakan langsung ke pengelola venue dan pastikan jawabannya sebelum rencana B dituliskan di rundown. Keputusan akhir soal keselamatan sebaiknya dibahas bersama fasilitator.
Bagaimana Katun Menyusun Rundown?
Di Katun Outbound Adventure, rundown disusun setelah tujuan dan profil peserta jelas, bukan di awal. Alurnya seperti ini:
Tahapan Penyusunan Rundown di Katun Outbound Adventure
- Briefing Client: Kebutuhan perusahaan dan gambaran acara yang diinginkan.
- Objective: Tujuan bisnis atau tujuan tim yang ingin dicapai, supaya aktivitas tidak sekadar fun games.
- Participant: Jumlah dan profil peserta. Paket Team Building dan Outbound Training mensyaratkan minimal 20 orang.
- Destination: Pemilihan venue sesuai tujuan, jumlah peserta, dan akses dari kantor.
- Activity: Penyusunan skenario simulasi sesuai tema dan kombinasi aktivitas bila diperlukan.
- Logistics: Peralatan outbound, konsumsi, sound system, dan kebutuhan teknis lainnya.
- Rundown: Penyusunan jam kegiatan lengkap dengan transisi, makan, istirahat, dan reflection.
- Facilitator Briefing: Pembagian tugas instruktur dan fasilitator sebelum acara.
- Execution: Pelaksanaan di lapangan dengan pendampingan instruktur dan fasilitator.
Fasilitas pendukung yang termasuk dalam paket Katun antara lain desain program custom, fasilitator dan instruktur berpengalaman, peralatan outbound, materi motivasi, konsumsi logistik, serta sound system dan mikrofon wireless.
Informasi lengkap ada di halaman Program Outbound, Paket Outbound Malang, dan Layanan Corporate.
Pola kerja ini sudah dipakai untuk berbagai jenis klien. Rajawali Group mempercayakan team activity dan corporate gathering di Batu Malang.
Dinas PU Sidoarjo menjalankan employee outing yang menggabungkan Paintball Wargame dan Rafting Sungai Brantas.
BUMDESMA Kraton Pasuruan menggabungkan pelatihan budidaya sayuran dengan outbound team building di Batu.
Untuk pilihan lokasi, Coban Rondo dan Coban Talun menjadi fixed venue utama Katun di kawasan Batu dan Malang Raya.
Penjelasan lengkap tiap lokasi ada di Destinasi Batu Malang dan Destinasi Coban Rondo. Untuk ide acara perusahaan di Batu, baca juga Ide Company Outing di Batu Malang untuk Perusahaan.
FAQ Seputar Rundown Outbound 1 Hari
Apa saja isi rundown outbound?
Isi rundown outbound mencakup arrival, registration, opening, briefing, ice breaking, main activity, break, lunch, team challenge, reflection, closing, dan documentation. Perusahaan bisa menambah atau mengurangi blok sesuai tujuan acara.
Berapa lama kegiatan outbound perusahaan?
Pada contoh di artikel ini, kegiatan berjalan sekitar delapan setengah jam, dari 07.30 sampai 16.00 termasuk registrasi, makan siang, dan penutupan. Durasi sebenarnya bergantung pada venue, perjalanan, jumlah peserta, dan jenis program.
Apa contoh rundown outbound 1 hari?
Contohnya: arrival dan registrasi 07.30, opening dan briefing 08.30, ice breaking 09.00, team building 09.30, break 11.30, lunch 12.00, team challenge 13.00, reflection 15.00, serta closing dan dokumentasi 15.30. Tabel lengkapnya ada di bagian contoh rundown.
Apakah rundown outbound bisa disesuaikan?
Bisa. Tema program dan alur simulasi di Katun dirancang custom mengikuti tujuan perusahaan dan profil peserta, sehingga rundown ikut disesuaikan.
Apa yang dilakukan jika hujan?
Siapkan rencana cadangan: Plan A outdoor, Plan B indoor atau area beratap, dan Plan C modifikasi aktivitas. Pastikan ketersediaan area berteduh di venue sudah diverifikasi sebelum hari kegiatan.
Apakah team building bisa dimasukkan dalam rundown?
Bisa. Team building umumnya menjadi aktivitas utama pada rundown, dilengkapi sesi reflection agar pengalaman permainan dapat dikaitkan dengan situasi kerja.
Berapa lama waktu ideal untuk team building?
Tidak ada angka baku. Pada rundown contoh, blok team building atau games berdurasi dua jam, ditambah team challenge dua jam dan reflection 30 menit. Durasi ideal bergantung pada tujuan, jumlah peserta, dan jenis simulasi, jadi sebaiknya dibahas bersama fasilitator.
Konsultasikan Rundown Outbound Perusahaan Anda
Sudah punya gambaran jumlah peserta dan tujuan acara, tapi belum yakin menyusun jamnya? Diskusikan dulu dengan tim Katun Outbound Adventure agar rundown disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.
- Website resmi: www.katunoutboundadventure.com
- WhatsApp dan konsultasi B2B: 082139619212 (Baro’atun) dan 082211221909 (Alinda)
Instagram dan TikTok: @katunoutboundadventure


