Lembah Tumpang layak dipertimbangkan untuk outdoor event perusahaan bila jumlah peserta, jenis acara, dan aturan penggunaan area cocok dengan kondisi venue.
Mulailah dari tujuan acara, siapkan area berteduh sebagai cadangan hujan, atur alur peserta di lahan berundak, lalu lakukan survei lokasi dengan checklist sebelum mengunci tanggal.
Ada dua tipe panitia gathering. Tipe pertama memilih lokasi karena fotonya bagus.
Tipe kedua memilih lokasi setelah menanyakan hal-hal membosankan, misalnya: kalau hujan turun jam sepuluh pagi, seratus dua puluh orang berteduh di mana?
Lembah Tumpang Resort di Kabupaten Malang sering masuk daftar karena nuansanya.
Ada replika candi, ada arca, ada kolam dari mata air. Salah satu destinasi favorit bernuansa budaya, begitu media menyebutnya.
Tapi outdoor event yang berjalan mulus jarang ditentukan oleh latar fotonya. Ia ditentukan oleh seberapa cocok konsep acara dengan kondisi venue.
Artikel ini membahas cara menimbangnya: karakter lokasi, jenis acara, penyesuaian program, contoh rundown ilustratif, sampai checklist survei yang bisa dibawa panitia ke lokasi.
Satu catatan sejak awal. Katun Outbound Adventure bukan pemilik atau pengelola Lembah Tumpang Resort.
Katun adalah corporate outdoor experience dan event agency berbasis Kota Wisata Batu yang merancang dan memandu program bagi klien, dan Lembah Tumpang adalah salah satu lokasi operasionalnya di Malang Raya.
Informasi fasilitas dan aturan area di bawah ini berasal dari sumber publik, jadi tetap perlu dikonfirmasi ke pengelola venue.
Untuk gambaran destinasinya sendiri, baca informasi destinasi Lembah Tumpang.
Baca juga:Gathering di Pacet Mojokerto untuk Perusahaan dan Cara Merencanakannya
Apa yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih Lembah Tumpang
Lokasi, Akses Bus, dan Jarak dari Kota Malang
Lembah Tumpang Resort berada di Jl. Slamet Gg. Gumuk Agung, Dusun Glanggang, Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang merupakan lokasi yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Malang dengan struktur hierarki geografis sebagai berikut: Gumuk Agung sebagai nama tempat, Dusun Glanggang sebagai bagian dari desa, Desa Slamet sebagai satuan pemerintahan desa, Kecamatan Tumpang sebagai wilayah kecamatan, dan Kabupaten Malang sebagai tingkat kabupaten.
Jaraknya sekitar 10–15 kilometer dari Kota Malang dengan waktu tempuh kira-kira 30 sampai 45 menit.
Rute yang disebut sumber perjalanan melewati Sawojajar, Cemorokandang, dan Pakis sebelum masuk Tumpang, ruas yang sama dengan jalur wisata menuju Bromo via Tumpang.
Untuk rombongan, angka jarak itu tidak berdiri sendiri. Bus besar di ruas jalan pedesaan butuh waktu dan kehati-hatian ekstra, jadi jam keberangkatan sebaiknya diberi cadangan waktu.
Jam operasional kawasan yang tercatat di sumber adalah pukul 07.00 sampai 17.00. Kalau acara berlanjut malam, bicarakan itu dengan pengelola sejak awal.
Soal biaya masuk, sumber mencatat tiket reguler Rp60.000 per orang untuk usia 4 tahun ke atas, parkir motor Rp5.000, parkir mobil Rp10.000, dan potongan harga untuk rombongan mulai 20 orang.
Angka ini adalah tarif wisata reguler di luar paket program, jadi cek ulang sebelum masuk anggaran.
Baca juga:
Lahan Berundak dan Arsitektur Kerajaan Jawa
Kawasan ini dikembangkan sejak sekitar 2014–2015 oleh Prof. Yogi Sugito, mantan Rektor Universitas Brawijaya sekaligus pakar lingkungan, di atas lahan sekitar 15–20 hektar.
Sumber menyebut ada 1.000 sampai 2.000 patung dan replika candi bergaya Majapahit dan Singosari.
Salah satunya Candi Gito, bangunan empat lantai di tengah kolam yang menjadi pusat lanskap sekaligus titik foto utama.
Angka patung berbeda antar sumber, jadi bacalah sebagai gambaran, bukan hitungan resmi.
Bagi penyelenggara, karakter ini punya dua sisi. Latarnya kuat untuk dokumentasi acara. Tapi kontur berundak berarti banyak tangga dan jalur naik-turun, dan itu memengaruhi alur peserta, terutama peserta lansia, anak-anak, atau yang membawa perlengkapan.
Soal hujan, laporan SDGs Center Universitas Brawijaya menyebut kawasan ini dirancang dengan tata air dan drainase khusus agar tidak tergenang.
Kabar baik untuk perencanaan musim hujan. Meski begitu, tangga batu dan sekitar kolam tetap bisa licin setelah hujan deras, dan itu urusan yang berbeda dari banjir.
Fasilitas Utama yang Perlu Dicek
Sumber mencatat sejumlah fasilitas yang relevan untuk event: convention hall atau ruang pertemuan Hidden Paradise, pendopo berkapasitas sekitar 150 orang, camping ground, gazebo, kantin, dan cottage.
Ada pula 6 sampai 8 kolam yang dialiri mata air Sumberingin, yang menurut laporan SDGs Center UB tidak memakai kaporit. Wahana seperti flying fox dan river tubing juga disebut dalam sumber perjalanan.
Tetapi tercatat di sumber belum berarti tersedia untuk acara Anda pada tanggal yang diinginkan. Kapasitas aktual, izin penggunaan, dan jadwal wahana harus dikonfirmasi ke pengelola.
Sejumlah data bahkan belum ditemukan secara publik: biaya sewa hall untuk acara privat, jumlah toilet di dekat lapangan utama, dan menu katering untuk rombongan.
Dua catatan praktis lain. Penerimaan sinyal seluler di beberapa titik cekungan lembah bisa kurang stabil. Dan tidak ada mesin ATM di dalam kawasan, jadi peserta sebaiknya membawa uang tunai secukupnya.
Baca juga:Memilih Program Outbound Tulungagung untuk Group dan Perusahaan
Jenis Outdoor Event yang Dapat Direncanakan
Empat format berikut adalah pilihan konseptual. Kelayakan tiap format bergantung pada izin penggunaan area, kondisi venue pada hari acara, dan layanan yang tersedia.
Corporate Gathering
Fokusnya kebersamaan: apresiasi karyawan, silaturahmi, hiburan, dan penyegaran. Format ini cocok bila tujuannya mempererat hubungan, termasuk bila keluarga karyawan ikut hadir.
Di venue seperti Lembah Tumpang, pendopo bisa menjadi pusat acara sementara area terbuka dipakai untuk sesi yang lebih santai. Konsep lengkapnya ada di halaman corporate gathering.
Company Outing
Company outing lebih rekreatif. Tujuannya pengalaman penyegaran, jadi porsi waktu bebas lebih besar: menikmati area kolam dan taman, berfoto di sekitar candi, atau sekadar duduk di gazebo.
Tantangannya ada di waktu bebas itu. Area berundak dan kolam butuh pengawasan, dan peserta perlu tahu batas area yang boleh dijelajahi. Program yang relevan bisa dilihat di company outing.
Team Building dan Aktivitas Kelompok
Di sini ada tujuan belajar. Pendekatannya experiential learning: peserta bermain dalam simulasi kelompok, lalu pengalaman itu dibahas dalam sesi refleksi atau debriefing yang menghubungkannya dengan nilai kerja.
Tanpa debriefing, permainan hanya jadi hiburan. Lapangan rumput cocok untuk permainan kelompok, dan pendampingan fasilitator membuat hasilnya bisa dibawa pulang ke kantor. Lihat ide formatnya di team building.

Acara Internal Perusahaan dengan Agenda Formal
Rapat kerja, pelatihan, peringatan ulang tahun perusahaan, atau apresiasi tahunan juga bisa digabung dengan aktivitas luar ruang. Pola yang masuk akal: sesi formal di hall atau pendopo, lalu aktivitas kelompok di area terbuka.
Pastikan hall tersedia untuk tanggal itu dan perlengkapan presentasinya dicek lebih dulu. Untuk gambaran program sejenis, buka program corporate event.
Cara Menyesuaikan Program dengan Venue
Program yang bagus di atas kertas bisa berantakan kalau dipindahkan mentah-mentah ke venue. Lima penyesuaian berikut paling menentukan.
Sesuaikan Aktivitas dengan Luas dan Bentuk Area
Pisahkan zona sejak awal. Lapangan rumput untuk team building, fun games, dan senam. Pendopo atau hall untuk rapat, konsumsi, dan acara malam.
Area kolam dan taman untuk rekreasi dan foto. Sumber menyebut area terbuka yang luas, bahkan di atas 300 orang menurut sebagian laporan, sementara pendopo atau hall berada di kisaran 100–150 orang lebih.
Angka itu perlu dikonfirmasi, tapi logikanya jelas: bila peserta lebih banyak dari kapasitas area berteduh, sesi indoor perlu dibagi dalam beberapa gelombang.
Aktivitas yang membuat banyak orang berpindah-pindah sebaiknya tidak ditaruh di zona yang harus dicapai lewat banyak tangga.
Tentukan Alur Peserta dan Titik Kumpul
Tetapkan titik turun bus, titik registrasi, titik kumpul utama, dan titik kumpul darurat. Di kontur berundak, jarak dari parkir ke titik kumpul sering lebih lama dari perkiraan di denah.
Buat peta sederhana yang memuat alur dari registrasi, transit, sampai lokasi aktivitas, lalu bagikan ke panitia lapangan. Peserta yang tahu ke mana harus pergi tidak akan menumpuk di satu tangga.
Periksa Akses Listrik, Audio, dan Kebutuhan Teknis
Lapangan terbuka biasanya butuh sound system portable dan kabel ekstensi, sedangkan convention hall disebut memiliki sound system terpasang.
Tanyakan titik sumber listrik, kapasitas daya, dan siapa penanggung jawabnya. Karena sinyal bisa lemah di beberapa titik, jangan menggantungkan acara pada koneksi internet. Musik, video, atau materi presentasi sebaiknya sudah tersimpan di perangkat.
Saat membandingkan penawaran, pastikan terperinci apakah sound system lapangan, instruktur, fasilitator, dan peralatan simulasi sudah termasuk.
Siapkan Alternatif untuk Kondisi Cuaca
Area lapangan sangat bergantung pada cuaca, sedangkan hall dan pendopo tidak. Karena itu siapkan dua versi rundown. Plan A untuk cuaca cerah, Plan B yang memindahkan diskusi atau permainan ruangan ke area berteduh. Tentukan siapa yang memutuskan pindah, pada jam berapa, dan bagaimana pengumumannya. Konfirmasi juga bahwa area cadangan tidak dipakai rombongan lain di hari yang sama.
Satu hal lagi: acara outdoor tidak otomatis batal total karena hujan, selama cadangan itu sudah dipersiapkan. Setelah hujan, minta peserta memakai alas kaki yang tidak licin karena tangga batu dan sekitar kolam bisa basah.
Koordinasikan Aturan Venue dan Keselamatan
Tanyakan aturan penggunaan area, batas jam kegiatan, aturan di sekitar kolam, dan aturan membawa konsumsi dari luar. Untuk keselamatan, siapkan tim P3K, pengawasan di area kolam, dan instruktur untuk wahana seperti flying fox atau river tubing bila memang digunakan.
Peserta lansia atau anak-anak sebaiknya didampingi, dan briefing keselamatan singkat di awal acara bukan formalitas, terutama untuk medan berundak.
Contoh Kerangka Rundown Outdoor Event
Rundown di bawah ini ilustratif dan disusun sebagai kerangka yang bisa diadaptasi. Ini bukan jadwal yang sudah diterapkan di Lembah Tumpang.
Jam, durasi, dan urutan perlu dicocokkan dengan jam operasional, jumlah peserta, dan hasil survei lokasi. Kalau butuh panduan menyusun alurnya, baca juga Cara Menentukan Rundown Gathering.
Format Satu Hari
Agenda formal
- 00–08.45 Kedatangan, registrasi, dan sarapan ringan
- 45–09.15 Pembukaan, sambutan pimpinan, dan briefing keselamatan
Aktivitas kelompok
- 15–11.30 Permainan kelompok di lapangan dengan jeda minum singkat
- 30–12.00 Sesi refleksi atau debriefing, menghubungkan permainan dengan nilai kerja
Waktu istirahat
- 00–13.15 Makan siang, ibadah, dan waktu bebas
Agenda lanjutan
- 15–14.30 Sesi formal di hall atau pendopo, misalnya pengumuman program atau diskusi tim
- 30–15.30 Aktivitas rekreasi atau sesi foto bersama di area candi dan taman
Penutupan
- 30–16.00 Apresiasi, penutupan, dan persiapan pulang
Format 2D1N
Hari pertama
- Siang Kedatangan, check-in cottage atau pemasangan tenda untuk format camping, makan siang
- Sore Aktivitas ringan dan rekreasi, waktu bebas yang tetap diawasi
- Malam Agenda formal: sambutan, apresiasi, hiburan, dan sesi motivasi, dilanjutkan makan malam
Hari kedua
- Pagi Senam dan permainan kelompok di lapangan
- Siang Debriefing, makan siang, dan penutupan sebelum kepulangan
Kombinasi sesi formal di malam pertama dan permainan di pagi kedua adalah pola yang lazim karena peserta tidak harus mengejar dua agenda berat dalam satu hari.
Catatan dari Gathering PT Indonesia Mapan Perkasa
Sebagai pembanding dari lapangan, laporan acara PT Indonesia Mapan Perkasa mendokumentasikan family gathering dan outbound di Lembah Tumpang yang tercatat dalam portofolio Katun.
Acara malamnya berisi sambutan pimpinan, tarian tradisional Tiongkok, karaoke, dan sesi motivasi kepemimpinan oleh Bpk. Widodo.
Paginya diisi outbound dengan permainan Ayam Itik, Estafet Air, serta Telur Ayam dan Bebek Mata Tertutup.
Polanya mudah dikenali: hiburan dan sesi formal di malam hari, aktivitas fisik di pagi hari. Tentu ini satu contoh dari satu perusahaan, bukan standar yang berlaku untuk semua acara.
Checklist Survei Venue Lembah Tumpang
Bawa daftar ini saat survei. Tidak semua jawabannya tersedia di sumber publik, jadi bagian yang kosong sebaiknya diisi langsung bersama pengelola.
- Kapasitas aktual convention hall dan pendopo (sumber menyebut sekitar 150 orang atau lebih), luas area terbuka yang boleh dipakai, dan apakah area dipakai bersama pengunjung umum pada hari itu.
- Kemudahan masuk bus besar, titik turun penumpang, dan jarak dari parkir ke titik kumpul utama.
- Ketersediaan hall, pendopo, gazebo, kantin, camping ground, dan cottage pada tanggal acara, serta kemungkinan katering rombongan dari dalam atau luar kawasan.
- Aturan penggunaan area. Zona yang boleh dipakai, batas jam kegiatan, aturan area kolam, dan aturan membawa konsumsi dari luar.
- Lokasi berteduh terdekat dari lapangan, kondisi tangga dan sekitar kolam saat basah, dan proses alih ke Plan B.
- Kecuraman tangga antar-level, pembatas di area kolam, titik P3K, rute evakuasi, dan rencana pendampingan peserta lansia atau anak-anak.
- Kebutuhan teknis. Sumber listrik dan daya, sound system hall, titik sinyal seluler yang stabil, dan kebutuhan kabel ekstensi di lapangan.
- Kondisi toilet dan jumlahnya di dekat lapangan (datanya belum ditemukan di sumber), serta pengelolaan sampah setelah acara.
- Kapasitas parkir bus dan mobil, tarif parkir, dan ruang putar bus.
- PIC venue. Nama dan kontak penanggung jawab, siapa yang berwenang memutuskan perubahan pada hari acara, serta prosedur reservasi dan biaya sewa area.
Bila survei dilakukan bersama penyedia program, minta catatan teknis dan foto per zona. Dokumentasi itu berguna saat presentasi ke manajemen, dan jauh lebih meyakinkan daripada ingatan.
Untuk menimbang lokasi lain sebagai pembanding, baca Cara Menentukan Lokasi Gathering.
FAQ Outdoor Event Lembah Tumpang
Bagaimana memastikan venue cocok untuk acara perusahaan?
Bandingkan jumlah peserta dengan kapasitas hall dan area terbuka, pastikan jenis acara diperbolehkan, cek akses bus, dan periksa apakah ada area berteduh untuk cadangan hujan.
Lalu konfirmasi aturan penggunaan area ke pengelola dan lakukan survei dengan checklist di atas.
Apa yang perlu diperiksa sebelum melakukan survei lokasi?
Siapkan brief internal: tujuan acara, perkiraan jumlah peserta, tanggal, durasi (satu hari atau 2D1N), dan kebutuhan teknis. Tentukan PIC internal, hubungi pengelola untuk menanyakan aturan area dan prosedur pemesanan, lalu bawa checklist survei.
Aktivitas apa yang sesuai untuk outdoor event?
Tergantung tujuannya. Team building memakai permainan kelompok dengan debriefing, misalnya Ayam Itik dan Estafet Air. Gathering lebih cocok dengan sesi apresiasi dan hiburan.
Company outing menekankan rekreasi. Wahana seperti flying fox atau river tubing bisa dipertimbangkan bila tersedia dan dijalankan dengan pengawasan instruktur.
Mengapa acara outdoor membutuhkan rencana cadangan?
Karena area lapangan sangat bergantung pada cuaca, dan tangga serta sekitar kolam dapat licin setelah hujan. Rencana cadangan, misalnya memindahkan sesi ke hall atau pendopo, membuat acara tetap berjalan tanpa keputusan mendadak yang membingungkan peserta.
Apakah Katun Outbound Adventure mengelola Lembah Tumpang?
Tidak. Katun adalah agen penyelenggara program B2B yang merancang acara, memandu aktivitas, menyediakan perlengkapan simulasi, dan mengoordinasikan teknis acara di lokasi. Pengelola venue adalah pihak yang berbeda.
Berapa minimal peserta untuk menyelenggarakan acara bersama Katun di Lembah Tumpang?
Paket corporate gathering, outbound, team building, dan camping dari Katun di Lembah Tumpang mensyaratkan minimal 20 orang.
Diskusikan Konsep Acara Sebelum Mengunci Tanggal
Sudah punya konsep tapi belum yakin cocok dengan Lembah Tumpang? Kirimkan ke tim Katun empat hal: konsep acara, jumlah peserta, tanggal yang diinginkan, dan kebutuhan teknis seperti audio, area indoor, dan durasi. Dari situ tim akan menilai kecocokan program dan lokasi, termasuk apakah rundown perlu disesuaikan.
Hubungi WhatsApp Baro’atun di 082139619212 atau Alinda di 082211221909, atau kunjungi www.katunoutboundadventure.com.


